Rendahnya minat baca di Bandung masih menjadi persoalan serius meskipun fasilitas literasi dan indeks pembangunan literasi masyarakat relatif tinggi. Strategi penguatan literasi informasi dan tren komunitas baca hadir sebagai solusi untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana literasi informasi melalui digitalisasi perpustakaan dan peran komunitas baca berkontribusi terhadap peningkatan minat baca di era digital. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan analisis tematik terhadap publikasi 2021–2026, laporan resmi, dan dokumentasi komunitas. Hasil menunjukkan bahwa komunitas baca menjadi faktor dominan karena mampu menyediakan ruang aman, inklusif, dan menyenangkan melalui kegiatan seperti silent reading, diskusi, dan program tematik ala tren terkini sehingga masyarakat tertarik dan nyaman membaca. Strategi penguatan literasi informasi dan tren komunitas baca tidak hanya memperlebar akses bacaan, tetapi juga membangun pengalaman sosial yang mengubah membaca dari aktivitas soliter menjadi tren sosial yang dinanti. Adanya digitalisasi perpustakaan di Bandung dapat menjadi model sinergi transformasi literasi yang berkelanjutan di mana berperan menghubungkan akses teknologi dan literasi informasi dan tren komunitas baca dengan pemberdayaan minat baca masyarakat. Dampaknya, komunitas baca berhasil menciptakan kebiasaan dan rasa memiliki literasi berkelanjutan dengan tingkat partisipasi lebih tinggi dibandingkan program formal. Komunitas baca terbukti menjadi katalis utama dalam meningkatkan budaya membaca di Bandung.
Copyrights © 2026