Program Cetak Sawah Rakyat merupakan upaya strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan lahan pertanian baru. Pelaksanaan program ini di lahan aluvial dataran rendah sering menghadapi permasalahan teknis, terutama terkait pengelolaan tata air yang kurang optimal akibat minimnya pemahaman terhadap kondisi geologi fisik lahan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan pendampingan teknis berbasis analisis geologi dalam perencanaan arah aliran air pada area cetak sawah di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Metode penelitian dilaksanakan melalui pendekatan deskriptif-analitis dengan mengintegrasikan studi data sekunder (peta geologi dan peta RBI), survei lapangan, pemetaan topografi skala 1:5.000, serta analisis pola aliran air permukaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa wilayah pengabdian berada pada elevasi 5–8 mdpl dengan kemiringan lereng sangat landai (0–2%) dan didominasi oleh Formasi Aluvial (Qa) yang tersusun atas lempung dan lanau berpermeabilitas rendah. Kondisi tersebut mendukung sistem irigasi berbasis gravitasi dengan kemampuan retensi air yang tinggi. Berdasarkan analisis tersebut, dirumuskan rekomendasi pembagian zona tata air yang meliputi zona intake, distribusi, dan outfall untuk menjamin sirkulasi air yang efektif dan mencegah genangan statis. Hasil pengabdian ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat berupa panduan teknis pengelolaan tata air sawah yang lebih efisien dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, penerapan analisis geologi fisik terbukti penting dalam mendukung keberhasilan program cetak sawah rakyat dan peningkatan produktivitas pertanian masyarakat Desa Sungai Pinang.
Copyrights © 2026