Jurnal Sejarah dan Budaya
Vol 12, No 1 (2018)

PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN JAWA PADA ABAD KE 19

Eka Sulis Yuniarti (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Jun 2018

Abstract

Pada awal abad ke-19 M, lak-laki dan perempuan Jawa memiliki kesempatan yang berbeda dalam memperoleh pendidikan. Laki-laki memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan pendidikan formal dibandingkan perempuan. Dalam budaya Jawa peran perempuan adalah sebagai ibu yang mendidik anak-anak, serta mengurusi urusan rumahtangga, sehingga pendidikan dianggap kurang penting bagi perempuan. Padahal pendidikan bagi perempuan merupakan salah satu cara agar dapat menuangkan ide-ide serta gagasan para perempuan. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji lebih mendalam terkait dengan karakteristik dan konsep pendidikan bagi perempuan di Jawa pada abad ke 19. Hasil dari penelitian ini adalah pendidikan bagi perempuan merupakan salah satu cara untuk memberantas buta huruf yang masih banyak dialami oleh para perempuan sekitar tahun 1900-an. Pada lingkungan sosial, pendidikan yang diperoleh perempuan mampu meningkatkan harkat dan martabat para perempuan di masyarakat.In the early 19th century AD, Javanese men and women had different opportunities for education. Men have a greater chance of getting formal education than women. In the Javanese culture the role of women is as the mother who educates the children, and takes care of the household affairs. Hence, javanese people acknowledges education as less subtantial for women. Though, for women, education is one of many ways to actualize their ideas. This article try to analize the characters and concept of education for Javanese women in the 19th century. The article illustrate that education is ultimate way to eradicate illiteracy problems experienced by Javanese women in 19th century. On the social aspects, education believed to elevate the dignity of women. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v12i12017p30

Copyrights © 2018