Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang memiliki potensi kerusakan tinggi terhadap struktur bangunan, terutama di wilayah rawan gempa seperti Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan sistem struktur yang mampu meningkatkan kinerja seismik, salah satunya melalui penggunaan Buckling Restrained Brace (BRB) yang efektif dalam meningkatkan kapasitas disipasi energi dan mengurangi simpangan struktur. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi penempatan Buckling Restrained Brace (BRB) terhadap kinerja seismik struktur beton bertulang 8 lantai menggunakan analisis riwayat waktu (time history analysis) pada perangkat lunak SeismoStruct. Tiga variasi penempatan BRB dievaluasi, yaitu Mid Bay, Perimeter, Hybrid dan satu model Baseline (tanpa bracing). Parameter yang ditinjau meliputi interstory drift ratio (IDR), kapasitas disipasi energi, dan Residual drift. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur tanpa bracing mengalami IDR maksimum sebesar 3,175%, melebihi ambang batas 2% menurut ASCE 7-16. Variasi Mid Bay menurunkan IDR maksimum menjadi 1,487%, sedangkan variasi Perimeter mencapai 1,692%. Variasi Hybrid menghasilkan IDR maksimum terendah sebesar 1,056% dengan distribusi simpangan antar lantai yang paling merata. Dari sisi disipasi energi, variasi Hybrid mencapai kapasitas tertinggi sebesar 12.212,40 kN·m, dibandingkan Mid Bay (7.932,07 kN·m) dan Perimeter (6.561,18 kN·m). Residual drift juga terkecil pada variasi Hybrid (<0,15% di seluruh lantai). Secara keseluruhan, strategi penempatan Hybrid terbukti paling efektif dalam meningkatkan kinerja seismik struktur, karena mampu menurunkan simpangan antar lantai, menyerap energi gempa paling besar, serta meminimalkan deformasi pasca gempa.
Copyrights © 2026