Komunikasi merupakan instrumen krusial dalam dunia pendidikan, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mempersiapkan siswa untuk terjun ke dunia industri secara profesional. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola komunikasi siswa SMK Muhammadiyah Marioriwawo dalam konteks era digital dan dunia kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 30 siswa. Fokus kajian mencakup penggunaan bahasa, pemanfaatan media sosial, serta dinamika interaksi guru-siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi informal mendominasi interaksi siswa, dengan bahasa gaul sebagai perekat identitas kelompok. Terjadi transformasi digital dalam akses informasi, di mana platform visual seperti Instagram dan TikTok lebih diminati daripada media konvensional, meski berisiko memicu miskomunikasi tugas daring. Kesimpulanny kepercayaan diri komunikasi siswa paling optimal muncul saat Praktik Kerja Lapangan (PKL), menunjukkan pengaruh kuat lingkungan kerja nyata. Namun, hambatan psikologis dalam interaksi formal dengan guru masih ditemukan, sehingga tatap muka tetap dianggap paling efektif untuk konsultasi akademik. Hal ini menegaskan perlunya strategi komunikasi adaptif guna menyiapkan siswa menghadapi tuntutan profesional dunia kerja.
Copyrights © 2026