Pengetahuan kader yang terbatas berkontribusi terhadap rendahnya penemuan suspek tuberkulosis (TB), sementara aktivitas kader dipengaruhi oleh pekerjaan, pendapatan, dan pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pelatihan dalam meningkatkan peran kader TB di Puskesmas Perumnas II, Kota Pontianak. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan 6 informan yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan Atlas.ti 8. Pelatihan dilaksanakan satu kali dengan monitoring dan evaluasi triwulanan, menggunakan metode ceramah, diskusi, role play, dan praktik lapangan, dengan materi meliputi TB dan komunikasi. Hasil menunjukkan sebagian besar kader kurang aktif karena kesibukan kerja, keterbatasan insentif, tanggung jawab keluarga, serta persepsi risiko. Meskipun pelatihan dinilai cukup baik, berbagai faktor internal dan eksternal masih menghambat partisipasi kader. Oleh karena itu, diperlukan strategi komprehensif yang menargetkan faktor waktu kerja, peningkatan insentif, serta pengurangan persepsi risiko guna meningkatkan keterlibatan kader TB.
Copyrights © 2026