Latar Belakang: Preeklampsia berat (PEB) merupakan komplikasi hipertensi dalam kehamilan yang berkontribusi signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Kejadian PEB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko maternal, kehamilan, genetik-imunologis, serta lingkungan dan gaya hidup. Tujuan: Menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia berat di RSUD Cengkareng Tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dari rekam medis ibu hamil dengan hipertensi di RSUD Cengkareng. Variabel independen meliputi usia ibu, paritas, indeks massa tubuh (IMT), interval kehamilan, dan riwayat preeklampsia. Variabel dependen adalah kejadian preeklampsia berat. Analisis dilakukan menggunakan uji statistik untuk mengetahui hubungan antarvariabel dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Usia berisiko (OR=6,43; p=0,001), multigravida (OR=2,87; p=0,008), obesitas (OR=4,33; p=0,005), interval kehamilan berisiko (OR=25,71; p=0,001), dan riwayat preeklampsia (OR=91,29; p=0,001) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian preeklampsia berat. Kesimpulan: Faktor maternal dan obstetri berhubungan secara signifikan dengan kejadian preeklampsia berat. Riwayat preeklampsia merupakan faktor risiko paling dominan.
Copyrights © 2026