Kajian akulturasi linguistik Arab-Jawa selama ini masih terbatas pada pendokumentasian pergantian nama diri (onomastik) dan analisis sistem bunyi serta tata kata (struktural). Akibatnya, terdapat celah akademis yang lebar dalam memahami dimensi pragmatis. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara sistematis repertoar kode sakral istilah Arab; Mengurai fungsi pragmatis dan nilai ilokusioner yang melekat padanya; dan mengeksplorasi peran kode tersebut dalam membangun identitas kultural masyarakat petani Jawa. Penelitian ini menggunakan desain etnopragmatik yang mengintegrasikan observasi partisipan intensif, wawancara. Penelitian ini mengungkap lima kluster fungsi pragmatis kode sakral:1) Inisiasi & Perlindungan; 2) Ekspresi Gratitude; 3) Resiliensi & Adaptasi; 4) Refleksi & Transformasi; 5) Struktural & Kosmologis. Istilah-istilah Arab dalam komunitas petani Jawa berfungsi jauh melampaui makna leksikalnya yang merupakan pilar pragmatis dalam konstruksi identitas Muslim Jawa Agraris. Kode sakral ini merekatkan spiritualitas Islam, nilai-nilai Jawa, dan logika agraris menjadi satu kesatuan identitas yang hidup dan terus direproduksi melalui praktik komunikasi sehari-hari. Kata Kunci: Etnopragmatik, Kode Sakral, Tindak Tutur Ilokusioner, Identitas Kultural, Akulturasi Linguistik.
Copyrights © 2025