Melemahnya kinerja sektor rill berdampak pada penurunan nilai perusahaan non-keuangan di Indonesia, yang tercermin dari rata-rata rasio nilai pasar terhadap nilai aset yang terus menurun dari 1,9214 pada tahun 2021 menjadi 1,6009 pada tahun 2024. Inkonsistensi temuan penelitian terdahulu mengenai pengaruh green finance dan Environmental, Social, and Governance disclosure terhadap nilai perusahaan menjadi masalah utama karena berpotensi menyesatkan investor dan pembuat kebijakan. Kekurangan mendasar dari penelitian sebelumnya adalah pengujian yang hanya berfokus pada pengaruh langsung tanpa mempertimbangkan profitabilitas sebagai mekanisme transmisi, khususnya pada perusahaan non-keuangan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh green finance dan Environmental, Social, and Governance disclosure terhadap nilai perusahaan yang diproksikan dengan Tobin’s Q dengan profitabilitas sebagai variable intervening pada perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2024. Sampel terdiri dari 46 perusahaan yang dipilih dengan metode purposive sampling dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan. Analisis dilakukan menggunakan pemodelan persamaan structural berbasis partial least squares melalui SmartPLS 3.0 untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green finance berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan (T-statistik 5,53; p=0,000), sedangkan Environmental, Social, and Governance disclosure tidak berpengaruh langsung terhadap nilai perusahaan (p=0,506). Profitabilitas terbukti memediasi secara parsial pengaruh Environmental, Social, and Governance disclosure terhadap nilai perusahaan (T-statistik 2,826; p=0,005), namun tidak memediasi pengaruh green finance (p=0,861). Temuan ini mengidikasikan bahwa investor di pasar modal Indonesia masih membutuhkan konfirmasi melalui kinerja keuangan sebelum mengapresiasi praktik keberlanjutan. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya teori sinyal dengan membuktikan profitabilitas sebagai mekanisme transmisi antara praktik keberlanjutan dan nilai perusahaan, serta secara praktis merekomendasikan manajer untuk memprioritaskan peningkatan profitabilitas guna memaksimalkan dampak praktik keberlanjutan terhadap nilai perusahaan.
Copyrights © 2026