The formation of agarwood can be accelerated through inoculation using inoculants derived from pure laboratory cultures. This study aimed to analyze the effect of stem diameter variation and inoculation hole spacing on the acceleration of agarwood formation. The research employed an experimental method using a factorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors: stem diameter (25 cm, 26.5 cm, 30 cm, 30.7 cm, 32.5 cm, 31.5 cm, 34.5 cm, 33 cm, and 30.5 cm) and inoculation hole spacing (5 cm, 10 cm, and 15 cm). Observations were conducted weekly for three months, measuring the infection area, color change (scoring), and aroma (scoring) as indicators of agarwood formation. The results showed that the agarwood area ranged from 42.12 cm² to 112.88 cm². The aroma of agarwood across all treatments ranged from fragrant to highly fragrant, while the dominant color formed was dark brown compared to brown and light brown. The highest agarwood area (112.88 cm²) was obtained at the combination of 30 cm stem diameter and 15 cm inoculation hole spacing. Keywords: agarwood, infection area, inoculation hole spacing, stem diameter Abstrak Pembentukan gubal gaharu dapat dipercepat melalui inokulasi menggunakan inokulan yang berasal dari biakan murni laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi diameter batang dan jarak lubang inokulasi terhadap percepatan pembentukan gubal gaharu. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas dua faktor, yaitu diameter batang (25 cm, 26,5 cm, 30 cm, 30,7 cm, 32,5 cm, 31,5 cm, 34,5 cm, 33 cm, dan 30,5 cm) dan jarak lubang inokulasi (5 cm, 10 cm, dan 15 cm). Pengamatan dilakukan setiap minggu selama tiga bulan terhadap luas infeksi lubang, perubahan warna (skoring), dan aroma (skoring) sebagai indikator pembentukan gubal gaharu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas gubal gaharu yang terbentuk berkisar antara 42,12 cm² hingga 112,88 cm². Aroma gaharu pada seluruh perlakuan berkisar dari wangi hingga sangat wangi, sedangkan warna yang dominan terbentuk adalah cokelat kehitaman dibandingkan cokelat dan putih kecokelatan. Luas gubal gaharu tertinggi sebesar 112,88 cm² diperoleh pada kombinasi diameter batang 30 cm dengan jarak lubang inokulasi 15 cm. Keyword: gubal gaharu, luas infeksi, jarak lubang inokulasi, diameter batang
Copyrights © 2025