Pesatnya perkembangan financial technology, khususnya Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS), turut mempercepat penggunaan transaksi non-tunai serta mendorong peningkatan inklusi keuangan, terutama pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Walaupun tingkat penggunaan QRIS terus mengalami peningkatan, masih ditemukan beberapa hambatan yang berkaitan dengan literasi keuangan, persepsi kemudahan, dan persepsi kepercayaan pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh literasi keuangan, persepsi kemudahan, dan persepsi kepercayaan terhadap penggunaan QRIS pada pelaku UMKM kuliner di Kota Batam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantiatatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner tertutup menggunakan skala Likert. Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM kuliner yang berada di Kecamatan Batu Aji dan Kecamatan Sagulung, dengan jumlah sampel sebanyak 174 responden yang ditentukan melalui rumus slovin. Teknik analisis data dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS yang meliputi analisis deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial literasi keuangan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan QRIS, sementara persepsi kemudahan dan persepsi kepercayaan berpengaruh signifikan. Secara simultan, literasi keuangan, persepsi kemudahan, dan persepsi kepercayaan memiliki pengaruh signifikan terhadap penggunaan QRIS. Temuan ini menunjukkan bahwa kemudahan dalam penggunaan serta kepercayaan terhadap keamanan sistem menjadi faktor utama dalam mendorong pelaku UMKM untuk mengadopsi QRIS.
Copyrights © 2026