Industri peternakan Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Berbagai jenis hewan telah dipelihara dengan cara yang ideal dan efektif. Persoalannya adalah proses pencetakan pakan ternak yang kurang efisien dengan menggunakan teknik manual atau tenaga manusia. Hal ini terlihat dari hasil produksi pakan dalam jumlah yang relatif besar, yang membutuhkan proses pencetakan yang cukup lama, sehingga kurang ideal untuk memenuhi permintaan pakan ternak dalam jumlah yang banyak. Pengeluaran terbesar dalam operasional budidaya ikan nila adalah pakan. Karena pembudidaya nila menggunakan pakan buatan, biaya pakan mereka sangat tinggi,sehingga mengakibatkan biaya operasionalnyapun cukup tinggi. Akibatnya, keuntungan mereka sangat kecil dibandingkan dengan biaya operasional yang dikeluarkan. Sehingga diperlukan suatu alat adalah mesin cetak pelet. Setelah penggunaan mesin cetak pelet, biaya operasional untuk biaya pakan ikan dapat menghemat sebesar 56%.
Copyrights © 2023