Dibalik manfaat air, adakalanya airpun membawa duka. Dampak bencana alam akibat air dapat sangat merugikan, baik secara ekonomi, sosial maupun kesehatan. Desa Semampir, Kecamatan Sedati, terletak di wilayah pesisir timur kabupaten Sidoarjo, merupakan dataran rendah yang hampir seluruh bagian baratnya berbatasan langsung dengan laut yang tidak luput dari bahaya tsunami. Posisi desa yang kurang dari 50 m dari area sempadan sungai, dengan hilangnya fungsi sempadan sungai yang telah beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman, selalu membawa ancaman bencana banjir. Ditemukan beberapa permasalahan pada anak usia dini di wilayah Desa Semampir, Sidoarjo antara lain kesulitan untuk fokus, sulit komunikasi,gangguan kecemasan, dan sulit mengendalikan emosi. Dalam hal mitigasi bencana belum ditemukan kegiatan pengenalan tanggap bencana banjir dan tsunami dalam kurikulum pembelajaran. Pemberian aktifitas air khususnya berenang pada anak usia dini merupakan terapi yang paling mudah dilakukan untuk mengurangi gejala kecemasan, meregulasi emosi dan meningkatkan fokus. Selain itu, kegiatan aktifitas air dapat menjadi sarana pembekalan kegiatan tanggap bencana. Aktifitas air dilakukan di setiap akhir pekan selama 4 minggu, berdampak signifikan pada peningkatan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan kemampuan fokus peserta didik. Terjadi peningkatan sebesar 16% pemahaman tentang penyebab terjadinya bencana banjir dan peningkatan sebesar 91% pemahaman tentang penyebab terjadinya bencana tsunami. Terjadi perubahan pemahaman yang mutlak perihal aksi tanggap dan mitigasi bencana banjir dan tsunami, yang diharapkan akan berdampak sangat penting untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan oleh bencana alam.
Copyrights © 2024