Dalam sistem pengambilan sampah berbasis IoT memerlukan perencanaan rute yang efisien untuk meminimalkan jarak tempuh dan waktu perjalanan. Permasalahan yang terjadi adalah rute ditentukan berdasarkan volume sampah tanpa mempertimbangkan jarak sehingga memungkinkan pengambilan sampah dengan rute yang panjang. Oleh karena itu, sistem perlu mengintegrasikan optimasi rute berdasarkan jarak sebagai prioritas utama, selain volume sampah. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma Dijkstra untuk menentukan rute terpendek pengambilan sampah pada sistem pementauan edge computing. Sistem terdiri dari 12 simpul, meliputi 5 lokasi edge tempat sampah, 6 simpul persimpangan, dan 1 titik awal petugas. Data jarak antar simpul direpresentasikan dalam bentuk graf sesuai kondisi lapangan, sedangkan volume sampah diperoleh secara real-time melalui sensor ultrasonik pada setiap lokasi edge. Data dikirim dari node ke server edge dan diteruskan ke cloud untuk penyimpanan serta pemrosesan lebih lanjut. Hasil pengujian menunjukkan waktu eksekusi rata-rata algoritma sebesar 0,021 ms untuk satu lokasi penuh, 0,00705 ms untuk dua lokasi penuh, 0,0121 ms untuk tiga lokasi penuh, 0,00695 ms untuk empat lokasi penuh, dan 0,00625 ms untuk lima lokasi penuh. Pengujian akurasi membuktikan algoritma mampu menentukan rute terpendek. Pengujian delay pengiriman data menunjukkan hasil yang baik, dengan rata-rata delay 172,6 ms dari node ke edge dan 148,8 ms dari edge ke cloud, memenuhi standar TIPHON. Kata kunci— Pengambilan Sampah, Algoritma Dijkstra, Rute Terpendek, Edge Computing.
Copyrights © 2026