Perangkat Internet of Things (IoT) seperti ESP32, meskipun populer karena murah dan fitur Wi-Fi, memiliki keterbatasan sumber daya yang membuatnya rentan terhadap serangan siber. Penelitian ini menganalisis bagaimana serangan dapat dimplementasikan menggunakan 1 perangkat ESP32 dan dampak terhadap 1 perangkat ESP32 dari dua jenis serangan umum, yaitu Denial of Service (DoS) melalui ICMP Flood dan Address Resolution Protocol (ARP) Spoofing, dalam lingkungan Wireless Sensor Network (WSN) bertopologi star. Dalam penelitian ini, satu perangkat ESP32 diprogram sebagai penyerang untuk menyerang salah satu dari tiga perangkat ESP32 client lain yang terhubung ke sebuah server lokal melalui protokol WebSocket. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengimplementasian serangan, dampak performa perangkat target, dan dampak terhadap metrik Quality of Service (QoS) seperti latency, jitter, throughput, dan packet loss, serta kinerja perangkat (CPU load dan memori). Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangan ARP Spoofing yang dilancarkan oleh satu perangkat ESP32 efektif dan dapat digunakan sebagai serangan DoS karena mampu memutus koneksi client target dari server dengan tingkat packet loss mencapai hampir 100%. Sebaliknya, serangan ICMP Flood dari satu perangkat ESP32 penyerang tidak berhasil mematikan perangkat target tetapi secara konsisten meningkatkan beban CPU-nya mencapai 17,63%. Penelitian ini membuktikan bahwa perangkat berdaya rendah seperti ESP32 dapat digunakan sebagai platform serangan yang efektif dalam jaringan lokal, menyoroti pentingnya keamanan pada lapisan jaringan bahkan di antara perangkat sejenis. Kata kunci: ESP32, Denial of Service, ARP Spoofing, Keamanan IoT, WSN.
Copyrights © 2026