Tanaman buah naga memerlukan sinar matahari yang panjang untuk tumbuh dengan baik. Ketika cahaya alami terbatas, penggunaan lampu tambahan menjadi solusi. Namun, pengaturan lampu secara manual kurang efisien. Selain itu, penerapan sistem otomatis berbasis Internet of Things sering menghadapi kendala, terutama karena tingginya lalu lintas data yang membebani jaringan, sehingga menyebabkan koneksi menjadi tidak stabil. Sistem ini menggunakan protokol MQTT (Message Queuing Telemetry Transport) dalam pengiriman dikondisi jaringan terbatas. Komunikasi antara Master Node dan Slave Node di kedua kebun menggunakan protokol ESP-NOW. Master Node bertindak sebagai publisher yang mengirimkan nilai intensitas cahaya dan status lampu melalui MQTT ke broker HiveMQ, kemudian diteruskan ke website sebagai subscriber. Pengujian dilakukan selama dua hari menunjukkan bahwa pada hari pertama, 6276 data berhasil diterima oleh subscriber dengan rata-rata delay sebesar 593,901 ms. Pada hari kedua, jumlah data yang diterima meningkat menjadi 9146 data dengan rata-rata delay 903,217 ms. Pengujian packet loss di kedua hari yang menunjukkan bahwa seluruh data berhasil diterima dengan utuh oleh subscriber. Menurut standar TIPHON, yang menunjukkan bahwa pengujian delay termasuk dalam kategori jelek, serta tingkat packet loss dalam kategori sangat bagus. Kata kunci— dragon fruit, MQTT, delay, packet loss, ESP-NOW
Copyrights © 2026