Internet of Things (IoT) menawarkan solusi efektif untuk meningkatkan produktivitas tanaman melalui sistem pemantauan dan kontrol otomatis. Namun, bertambahnya perangkat IoT berdampak pada peningkatan kebutuhan daya listrik. Penelitian ini menganalisis perbandingan konsumsi daya, delay, dan throughput pada sistem pemantauan tanaman menggunakan protokol CoAP dengan HTTP. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan CoAP mampu menekan konsumsi daya hingga 265,94 mWh dibandingkan HTTP, dengan konsumsi daya masing-masing sebesar 645,08 mWh untuk CoAP dan 911,02 mWh untuk HTTP. Selain itu, CoAP juga menunjukkan performa jaringan yang lebih baik dengan rata-rata delay 25,52 ms, jauh lebih cepat dibandingkan HTTP yang mencapai 1510,13 ms. Dari sisi throughput, CoAP menghasilkan 117,23 bps, jauh lebih tinggi dibandingkan HTTP yang hanya 1,18 bps. Hal ini menunjukkan bahwa protokol CoAP tidak hanya hemat daya, tetapi juga unggul dalam kecepatan dan kapasitas transfer data. Oleh karena itu, protokol CoAP dapat menjadi pilihan pada sistem IoT yang membutuhkan penggunaan daya rendah serta kinerja jaringan yang andal, khususnya pada perangkat dengan keterbatasan sumber daya. Kata kunci— Konsumsi Daya, Kinerja jaringan, CoAP, HTTP, Sistem Pemantauan Tanaman.
Copyrights © 2026