Tantangan yang dihadapi dalam budidaya burung walet terletak pada pemantauan kondisi lingkungan di dalam rumah walet. Kondisi yang ideal bagi burung walet dapat mempengaruhi kualitas sarang burung walet tersebut. Pemantauan diperlukan terutama pada kelembaban dan kadar gas amoniak yang berada di dalam rumah walet. Para pembudidaya biasanya melakukan pemantauan secara manual untuk mengetahui nilai kelembaban dan kadar zat amoniak di dalam rumah walet serta tidak memungkinkan dilakukan sepanjang waktu. Maka dari itu, permasalahan tersebut dapat diatasi dengan memadukan konsep Internet of Things yang dapat memantau dan melakukan kontrol agar kelembaban dan kadar zat amoniak berada dalam kondisi ideal bagi burung walet. Pemantauan tersebut dapat diketahui melalui aplikasi mobile berbasis android. Aplikasi ini membantu untuk mengetahui nilai suhu, kelembaban, dan gas amonik yang dikirim oleh setiap sensor secara realtime. Adapun pengontrolan terhadap kelembaban dan gas amoniak dilakukan dengan mengaktifkan exhaust fan dan mist maker. Adanya sistem ini memiliki pengaruh terhadap tercapainya kondisi ideal yang diperlukan rumah walet dengan rata-rata nilai kelembaban sebesar 80,03% sedangkan rata-rata kadar gas amoniak sebesar 15,36 ppm. Adapun pengujian pada pembacaan nilai pada masing-masing sensor memiliki akurasi sebesar 98,767% untuk suhu udara, 96,97% untuk akurasi pembacaan kelembaban udara, dan 82,91% untuk akurasi pembacaan gas amoniak. Kata kunci : Internet of Things, Walet, Android, Gas Amoniak.
Copyrights © 2026