Sektor pertanian memerlukan sistem pemantauan kelembaban tanah yang andal untuk menunjang pertumbuhan tanaman secara optimal. Penelitian ini merancang serta mengimplementasikan sistem pemantauan kelembaban tanah berbasis arsitektur master-slave menggunakan empat NodeMCU ESP32 dengan penerapan topologi mesh. Topologi mesh tidak dimanfaatkan sepenuhnya untuk pertukaran data, melainkan difokuskan pada mekanisme failover, yaitu ketika node master utama mengalami kegagalan, peran master dialihkan secara statis kepada slave sesuai urutan prioritas. Sistem terdiri atas satu master dan tiga slave, di mana setiap slave terhubung dengan empat sensor soil moisture. Data hasil pembacaan sensor dikumpulkan terlebih dahulu pada masing-masing slave menggunakan metode batch processing, kemudian dikirimkan ke master untuk diteruskan ke cloud server. Mekanisme failover ditetapkan secara statis, sehingga Slave 1 berfungsi sebagai backup master pertama, dilanjutkan oleh Slave 2, dan seterusnya. Pengujian dilakukan melalui sembilan skenario berbeda untuk mengevaluasi kinerja sistem. Hasil menunjukkan pada skenario 1, 2, 3, 4, 7, dan 8 sistem mencapai packet loss 0%, yang termasuk kategori sangat bagus menurut standar TIPHON. Total packet loss keseluruhan sebesar 0,13% juga masih dalam kategori sangat bagus. Dengan demikian, sistem terbukti efektif menjaga keberlanjutan pengiriman data melalui penerapan topologi mesh berbasis failover pada pemantauan pertanian secara real-time. Kata kunci: IoT, topologi mesh, master-slave, failover, soil moisture monitoring
Copyrights © 2026