Angka kematian bayi masih menjadi masalah kesehatan global, dan ikterus neonatorum merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal. Sebagian besar bayi baru lahir, baik cukup bulan maupun prematur, berisiko mengalami ikterus yang dapat berkembang menjadi hiperbilirubinemia berat apabila tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fototerapi terhadap derajat ikterus pada bayi neonatorum di ruang perinatologi RSI Sultan Hadlirin Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian sebanyak 35 bayi yang dipilih secara purposive dari total 55 bayi yang dirawat pada periode Januari hingga April 2025. Data diperoleh dari rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar bilirubin sebelum pemberian fototerapi adalah 16,66 mg/dL dan menurun menjadi 10,47 mg/dL setelah intervensi. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -5,038 dengan p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian fototerapi. Kesimpulannya, fototerapi terbukti efektif dalam menurunkan derajat ikterus pada bayi neonatorum, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi standar dalam penanganan hiperbilirubinemia neonatal.
Copyrights © 2026