This study aims to describe the Government's Role in Empowering the Family Welfare Empowerment Team (TP-PKK) in Napa Village, Mawasangka District, Buton Tengah Regency. This research uses a descriptive qualitative method. Types and sources of data used are primary data and secondary data. With data collection techniques, namely, interviews, observation and documentation. This study was conducted with a total of 9 informants. The data analysis technique used is data collection, presentation, and conclusion drawing. The data validity technique used is data credibility and data certainty. The results showed that the role of the Napa Village government in TP-PKK had not run optimally, as seen from the government facilitators and catalysts providing facilities for TP-PKK in the clothing program in the form of offering goods and services such as giving bamboo for making fences in every house, in the food program in the form of goods, namely the provision of sewing machine tools to meet family needs to increase family income, found in the cooperative life development program in the form of funds where coaching and development of efforts to increase family income (UP2K) in all PKK groups, found in education and skills programs in the form of funds but because inadequate funds and tools so that people in developing innovation and creativity cannot be fully implemented. The role of the Napa Village government has not run optimally due to inadequate facilities, so providing guidance and supervision is still not optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Pemerintah dalam Pemberdayaan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Napa Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Dengan Teknik penumpulan data yaitu, wawancara, observasi dan dokumentasi. penelitian ini dilakukan dengan jumlah informan sebanyak 9 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah Data collection, penyajian data dan penarik kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah Kredibilitas data dan kepastian Data. Hasil penelitian menunjukan Peran pemerintah Desa Napa pada TP-PKK belum berjalan optimal dilihat dari fasilitator dan katalisator pemerintah memberikan fasilitas terhadap TP-PKK terdapat pada program sandang berupa pemberian barang dan jasa seperti pemberian bambu untuk pembuatan pagar di setiap rumah, terdapat pada program pangan berupa barang yaitu pemberian alat mesin menjahit untuk memenuhi kebutuhan keluarga dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga, terdapat pada program pengembangan kehidupan berkoperasi berupa dana dimana pembinaan dan pengembangan upaya peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) di semua kelompok PKK, terdapat pada program pendidikan dan keterampilan berupa dana namun karna dana dana dan alat yang kurang memadai sehingga masyarakat dalam mengembangkan inovasi dan kreativitasnya belum bisa terlaksana sepenuhnya. Peran pemerintah Desa Napa belum berjalan optimal karena fasilitas yang kurang memadai sehingga dalam memberikan pembinaan dan pengawasan masih belum maksimal.
Copyrights © 2023