Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi sosial perempuan Batak Toba sebagai parhobas dalam komunitas adat Batak Toba di Kota Salatiga, dengan menggunakan pendekatan teori Peter Berger dan Thomas Luckmann. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana norma budaya, interaksi sosial, budaya patriarkhi, dan struktur kekuasaan memengaruhi posisi perempuan dalam masyarakat Batak Toba, serta untuk mengidentifikasi potensi pemberdayaan perempuan guna mengatasi diskriminasi gender dan mempromosikan kesetaraan gender. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan pengamatan langsung, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan anggota komunitas, serta pengumpulan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan sebagai parhobas atau pelayan dalam masyarakat Batak Toba terikat dengan sistem patriarkhi yang mendominasi. Perempuan memainkan peran sebagai pemelihara tradisi dan nilai budaya, serta terlibat dalam eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi budaya dalam masyarakat. Namun konsep konstruksi sosial juga mencatat bahwa realitas sosial bersifat dinamis dan dapat berubah seiring waktu. Peran perempuan sebagai parhobas perlu direkonstruksi agar lebih adil dan setara, mengingat ketidaksetaraan gender yang masih ada dalam masyarakat. Kesimpulan, penelitian ini dapat menjadi dasar untuk merancang program pemberdayaan perempuan di komunitas Batak Toba dan membantu pembuat kebijakan dalam merancang kebijakan sosial dan pendidikan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan perempuan
Copyrights © 2024