Dewasa ini, pemanfaatan pewarna alami di seluruh dunia mengalami kenaikan atensi di tengah masyarakat lintas dunia. Namun, bagaimana pengetahuan ini tersebar dan dianalisis dalam paradigma teori sosial belum banyak diteliti. Penelitian ini bermaksud mengupas relasi sosial yang terjadi pada difusi inovasi pengetahuan pewarna alami pada sebuah rumah pewarna alami tekstil yakni Batik Jolawe. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan paradigma antropologis. Ditemukan relasi patron – klien yang integratif dan tidak bersifat hierarkik juga komunikasi antara patron – klien yang justru memperkaya eksplorasi pemanfaatan pewarna alami berbasis tumbuhan dan tanaman. Ulasan ini berfungsi untuk menetralkan kembali konsep patron – klien yang berpusat pada nuansa feodalistik untuk diaplikasikan pada hubungan yang bersifat resiprokal.
Copyrights © 2025