AbstrakPeran sosial media dalam rangkaian aksi protes bertajuk #ReformasiDikorupsi telah menarik perhatian banyak peneliti gerakan sosial. Peran sosial media menjadi semakin krusial dimana pada saat yang sama pandemic Covid-19 mulai melanda Indonesia sehingga Pemerintah Indonesia memberlakukan peraturan untuk membatasi kegiatan massa secara langsung. Beberapa studi yang focus pada aksi protes ini melihat adanya peran sosial media yang cukup besar untuk dapat menyebarkan narasi, wacana, dan kaitannya dengan demokrasi secara umum. Tidak banyak yang kemudian menaruh perhatian pada jenis-jenis konten yang secara khusus menjadi factor penting dalam mempengaruhi public untuk terlibat dalam aksi protes. Dengan menggunakan pendekatan life history pada orang-orang yang sebelumnya tidak pernah terlibat dalam aksi protes, tulisan ini menunjukkan bahwa jenis konten yang ada di sosial media dapat mempengaruhi keputusan untuk berpartisipasi dalam aksi protes. Argumen utama dalam artikel ini adalah sosial media dapat menjadi katalisator untuk mobilisasi gerakan massa pada aksi protes #reformasidikroupsi dengan adanya panduan jelas pada unggahan yang dibagikan ke publik. Meski demikian, catatan perlu diberikan dalam argument ini bahwa keterlibatan individu dalam aksi protes publik juga dipengaruhi dari perasaan keterhubungan dengan wacana yang sedang berkembang pada jejaring informasi tersebut.
Copyrights © 2025