Artikel ini membahas konsep manusia dan ilmu dalam Islam berdasarkan pandangan Syed Muhammad Naquib al-Attas. Sebagai seorang ilmuan Muslim ternama, al-Attas merumuskan dan merekontruksi ulang konsep manusia dan konsep ilmu yang sesuai dengan pandangan alam Islam (Islamic worldview) berdasarkan susunan hierarki pengklasifikasian kedua konsep tersebut dalam Islam. Konsep manusia yang dirancang ulang oleh beliau menekankan pada pentingnya perbaikan diri secara individu dengan ilmu sehingga dapat melahirkan adab, yang terealisasikan dalam bentuk keadilan dan berimplikasi pada kebijaksanaan. Konsep manusia dan ilmu yang dikembangkan oleh al-Attas ini bertujuan untuk membentuk individu yang berkarakter, memiliki keseimbangan secara intelektual, spiritual, dan moral sesuai dengan apa yang terdapat di dalam Islam. Artikel ini akan menguraikan pandangan al-Attas mengenai konsep manusia, hahikat penciptaan manusia sebagai fitrah yang disucikan (fitrah al-munazzah) dan konsep ilmu, hakikkat dan makna daripada ilmu, yang keduanya itu membentuk pribadi insan muslim yang beradab dan dapat berlaku adil terhadap diri sendiri sehingga terpancarkan daripada diri itu kebijaksanaan (wisdom/hikmah) sebagai elemen utama untuk mendisiplinkan diri.
Copyrights © 2025