Peningkatan jumlah penduduk yang cukup signifikan di Indonesia menuntut adanya ketersediaan hunian sebagai kebutuhan pokok dari masyarakat. Terbatasnya luas lahan khususnya di Pulau Bali mengakibatkan harga lahan menjadi sangat tinggi. Pembangunan rumah susun sebagai salah satu upaya dari pemerintah maupun swasta dianggap sebagai salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut. Namun sayangnya keberadaan rumah susun yang disatu sisi mampu mengatasi masalah perumahan, namun disisi lain menimbulkan masalah baru yaitu munculnya kesan kumuh. Kesan kumuh munculsebagai akibat tidak tertampungnya wadah untuk melaksanakan aktivitas dasar warga penghuni rumah susun. Salah satu aktivitas tersebut adalah kegiatan menjemur pakaian. Pada penelitian kali ini Rumah Susun Asrama Polisi Kreneng dan Sesetan dijadikan sebagai objek penelitian. Dengan mengkaitkan permasalahan dengan beberapa teori mengenai rumah susun, tulisan ini diharapkan mampu memberikan alternative pemecahan dari masalah yang ada. Dengan terpenuhinya kebutuhan rumah tinggal masyarakat dan tetap mampu menjaga fasade bangunan, diharapkan kesan rumah susun yang kumuh dan kotor dapat diatasi. Penggunaan material sekitar akan mampu menunjukkan kesan tropis dan menambah estetika bangunan.
Copyrights © 2019