Industri pariwisata Bali saat ini telah mengalami pergeseran. Industri pariwisata Bali yang dahulu memiliki ciri khas sebagai industri pariwisata massa (mass tourism), saat ini dihadapkan dengan persaingan industri pariwisata yang diharuskan mampu menunjukkan kualitas (quality tourism). Adanya erupsi Gunung Agung pada akhir 2017 juga menambah lesu nya pariwisata di Bali kini. Untuk itu diperlukan sebuah konsep yang spesifik terhadap keberlanjutan industri pariwisata Bali, terutama industri pariwisata minat khusus yang salah satunya adalah konsep pariwisata edukasi. Konsep wisata ini terdapat hampir di seluruh kabupaten kota di bali dengan konsep pengembangan yang beragam. Kajian ini mengidentifikasi tujuh tempat wisata edukasi yang berada di seluruh Kabupaten Kota yang ada di Bali. Penelitian ini bersifat desk riset sehingga dapat dikembangkan ke penelitian lanjutan dengan melakukan observasi langsung ke lapangan serta wawancana dengan pihak terkait. Metode analisis data mempergunakan analisa SWOT dengan harapan, penelitian ini dapat membuka wawasan pelaku wisata maupun pemangku kebijakan akan pergeseran fenomena pariwisata di Bali saat ini. Berdasarkan hasil analisa data maka ditemukan bahwa prinsip utama pengembangan wisata edukasi adalah konservasi baik terhadap tumbuhan, binatang maupun lingkungan sebagai upaya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam, namun tetap dapat memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.
Copyrights © 2018