Bata merah merupakan salah satu bahan baku pembuatan dinding pada bangunan. Penggunaan bata merah telah dilakukan dari sejak dahulu. Bentuknya yang kecil namun memiliki kekuatan yang besar dalam menyokong bangunan membuatnya berada di peringkat utama materi pembuat dinding. Selain itu juga ditunjang oleh ketersediaan dan harga yang terjangkau. Di Pulau Bali sendiri ada beberapa daerah yang memang terkenal sebagai penghasil bata merah, salah satunya adalah Desa Penarungan. Desa yang berlokasi di Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung ini memang sudah terkenal sebagai sentra penghasil bata merah berkualitas dari sejak lama. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah pengerajin bata merah terus berkurang. Hal ini diakibatkan oleh berkurangnya penggunaan bata merah sebagai bahan baku bangunan karena seiring berkembangnya teknologi, ada banyak pilihan lain yang bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan dinding antara lain batako, bata hebel dan lain sebagainya. Disamping itu, banyak orang tua yang menginginkan anak-anaknya mencari pekerjaan yang lebih layak daripada sekedar menjadi seorang pengerajin bata merah. Produsi bata merah juga menimbulkan dampak yang buruk pada lingkungan. Karena proses produksi terjadi secara besar-besaran dari puluhan tahun yang lalu mengakibatkan terbentuknya lubang-lubang bekas galian yang memiliki kedalaman lebih dari 10 meter. Lubang-lubang ini menjadi sumber penyakit karena pada musim penghujan menjadi tempat genangan air dan tempat sampah. Bau yang ditimbulkan sangat tidak enak. Disamping itu, pada saat pembakaran, menimbulkan polusi udara yang mengganggu masyarakat disekitarnya. Penggunaan bahan bakar kayu memerlukan penebangan pohon dalam jumlah besar.
Copyrights © 2018