Fenomena Industri 4.0 telah mengubah cara kerja manusia menjadi otomatisasi/digitalisasi melalui inovasi-inovasi. Industri 4.0 dikatakan era disrupsi teknologi karena otomatisasi dan konektivitas disebuah bidang akan membuat pergerakan dunia industri dan persaingan kerja menjadi tidak linear. Pelaku industri tidak bisa terlepas dari keberadaan internet. Semua obyek dilengkapi perangkat teknologi yang dibantu sensor dan mampu berkomunikasi sendiri dengan sistem teknologi informasi. Fenomena ini kemudian menimbulkan kekhawatiran dimana dalam era disrupsi peran manusia se bagai motor penggerak sebuah industri, akan digeser oleh keberadaan robot-robot pintar. Manusia tidak lagi bergantung pada manusia lain maupun sumber daya alam yang ada, melainkan bergantung pada produk artificial intelegence. Bertitik tolak dari hal terse but, penulis membuat sebuah kajian deskriptif kualitatif yang mengangkat fenomena industri di Indonesia, sejauh mana industri 4.0 sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia, serta peluang apa saja yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri untuk menghadapi era digitalisasi industri. Dalam kajian ini dapat dilihat bahwa era industri 4.0 bisa dipandang sebagai peluang yang cukup besar untuk perkembangan dunia industri, karena tercipta kesempatan yang sama untuk pelaku industri dalam menciptakan sebuah inovasi dan sekaligus memasarkan sebuah produk. Modal dan kekuasaan tidak lagi menjadi kendala utama, karena inovasi dan kreatifitas dalam memanfaatkan media digital adalah kunci sukses setiap pelaku industri di era disrupsi industri 4.0.
Copyrights © 2018