General Background: Sepak bola usia muda tidak hanya membina keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter, motivasi, dan dinamika sosial pemain. Specific Background: Perkembangan komunikasi digital melalui media sosial mengubah pola interaksi antara pemain, pelatih, dan manajemen, yang berpotensi memengaruhi motivasi dan kohesi tim. Knowledge Gap: Penelitian sebelumnya lebih banyak menyoroti motivasi atlet secara umum, namun belum banyak mengkaji peran media sosial dalam interaksi sosial dan motivasi di sekolah sepak bola. Aims: Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika interaksi sosial serta faktor-faktor motivasi pemain di Sekolah Sepak Bola Sangar Muda. Results: Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial di SSB Sangar Muda berlangsung akrab dan harmonis, namun komunikasi lebih dominan terjadi melalui media sosial daripada tatap muka, sehingga menurunkan kedekatan emosional. Motivasi pemain dipengaruhi oleh cita-cita menjadi profesional, kepuasan pribadi, kesenangan berlatih, dukungan keluarga, peran pelatih, pengaruh teman sebaya, serta penghargaan. Novelty: Studi ini menyoroti pergeseran komunikasi ke ruang digital sebagai faktor baru dalam pembinaan sepak bola usia dini. Implications: Temuan memberikan strategi praktis bagi pelatih dan manajemen untuk menggabungkan komunikasi digital dengan interaksi tatap muka agar terbentuk kohesi emosional dan motivasi berkelanjutan. Highlight: Pemain lebih banyak berkomunikasi melalui media sosial dibanding tatap muka. Motivasi dipengaruhi faktor intrinsik dan ekstrinsik, termasuk dukungan keluarga serta pelatih. Strategi pembinaan perlu menggabungkan komunikasi digital dan interaksi langsung untuk menjaga kohesi tim. Keywords: Social Interaction, Player Motivation, Youth Football, Digital Communication, Coaching
Copyrights © 2025