General Background: Sepsis merupakan kondisi berbahaya akibat respon imun yang tidak terkontrol terhadap infeksi bakteri, sehingga diagnosis cepat sangat penting untuk mencegah kematian. Specific Background: Gejala klinis sepsis sering tidak spesifik, sehingga diperlukan biomarker yang dapat membantu deteksi dini. CRP dan IL-6 banyak diteliti karena berperan penting dalam respon fase akut terhadap infeksi. Knowledge Gap: Namun, bukti mengenai akurasi diagnostik dan standar cut-off keduanya masih terbatas dan bervariasi pada populasi berbeda. Aim: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi nilai diagnostik CRP dan IL-6 dalam membedakan pasien sepsis bakteri dari individu sehat serta menilai sensitivitas, spesifisitas, dan akurasinya. Results: Studi kasus-kontrol dengan 100 pasien sepsis dan 50 kontrol sehat menunjukkan kadar CRP (65.4 ± 20.3 mg/L) dan IL-6 (72.6 ± 25.7 pg/mL) meningkat signifikan (p < 0.001), dengan akurasi diagnostik 89% dan 90%. Novelty: Temuan ini menegaskan potensi CRP dan IL-6 sebagai biomarker yang saling melengkapi dalam deteksi dini sepsis. Implications: Penerapan biomarker ini berpotensi meningkatkan ketepatan diagnosis dan intervensi lebih awal, meski penelitian lanjutan diperlukan untuk standardisasi.Highlight : CRP and IL-6 were significantly elevated in bacterial sepsis patients. Both biomarkers showed high sensitivity, specificity, and accuracy. Results highlight CRP and IL-6 as reliable early diagnostic markers. Keywords : Bacterial Sepsis, C-Reactive Protein (CRP), Interleukin-6 (IL-6), Inflammatory Biomarkers, Diagnostic Accuracy
Copyrights © 2025