Open Access DRIVERset
Vol. 10 No. 2 (2025): Edisi April 2025

Dinamika Kegagalan Anies Baswedan Dalam Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pada PILKADA 2024

Mulawarman (Universitas Andi Sudirman Watampone)
Tusriadi (Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Nunukan)
Ilham Saputra (Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Hasanuddin Makassar)
Dea Rizky Amalia (Program Studi IlmuPemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman)
Fauzan Hidayatullah (Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin Makassar)
Andi Ummu Kultsum (Universitas Andi Sudirman)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika yang terjadi terhadap pencalonan Anies Baswedan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada PILKADA serentak 2024, serta sejauh mana peran elit partai dalam menentukan dukungan politik terhadap calon kepala daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Data yang didapatkan melalui data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, popularitas dan elektabilitas serta dukungan masyarakat Jakarta Anies Baswedan memantapkan diri untuk kembali ikut pada kontestasi PILKADA serentak 2024. Hasil survei menunjukkan Anies Baswedan unggul di semua lembaga survei, sehingga partai politik yang tergabung dalam koalisi perubahan yaitu partai Nasional Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Keadilan Sejahtera secara resmi mengumumkan ke publik memberikan dukungannya terhadap Anies Baswedan namun dinamika yang terjadi menjelang batas akhir pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum ketiga partai tersebut menarik kembali dukungan yang sudah dari awal memberikan dukungan terhadap Anies Baswedan untuk maju pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, dan lebih memilih bergabung dengan koalisi Indonesia Maju dengan mengusung pasangan Ridwan Kamil-Suswono. Hal ini disebabkan pengaruh elit pusat dan lobi politik antara koalisi perubahan dengan koalisi Indonesia maju yang mengubah konstelasi politik pada PILKADA DKI Jakarta.

Copyrights © 2025