Abstrak Menstrual hygiene merupakan perawatan kebersihan diri selama menstruasi. Perilaku menstrual hygiene yang kurang memiliki dampak negatif seperti gangguan saluran reproduksi, masalah saluran kemih, dan gangguan kepercayaan diri. Seluruh remaja berhak mendapatkan pengetahuan mengenai perilaku menstrual hygiene yang setara termasuk remaja tunarungu. Proses penyampaian informasi kepada remaja tunarungu memerlukan bahasa komunikasi yang saling dimengerti. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara pengetahuan dan kecenderungan pemilihan sumber informasi dengan perilaku menstrual hygiene pada remaja tunarungu di SLB YPTB dan SLB Kedungkandang Malang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain kuantitatif dan pendekatan cross sectional di SLB YPTB dan SLB Kedungkandang Malang. Jumlah sampel ditentukan menggunakan sampling jenuh sebanyak 43 siswi. Hasil data dianalisis menggunakan metode chi-square dengan nilai probabilitas pengetahuan dengan perilaku menstrual hygiene 0,0315 (p≤0,05) yang berarti terdapat hubungan antara variabel pengetahuan dengan variabel perilaku menstrual hygiene. Hasil uji variabel kecenderungan pemilihan sumber informasi dengan perilaku menstrual hygiene menunjukkan tidak terdapat hubungan karena diperoleh probabilitas 0,0912 (p>0,05). Hasil penelitian ini memperkuat penelitian sebelumnya bahwa pengetahuan baik mendorong perilaku menstrual hygiene yang baik pula, sehingga perlu adanya intervensi pendidikan kesehatan dan juga mendorong remaja aktif mencari informasi. Kata kunci: Menstrual hygiene, remaja tunarungu, pengetahuan, informasi, perilaku
Copyrights © 2025