Kemunculan COVID-19 meyebabkan melonjaknya pemutusan hubungan kerja, serta lockdown wilayah. Sehingga banyak masyarakat yang beralih keranah usaha mandiri. Namun, bagaimana dengan modal dan penunjang yang diperlukan oleh masyarakat dalam mendirikan usahanya? Dari problematika ini lahirlah program-program yang mendukung masyarakat dalam mendapatkan modal usaha yang dilakukan oleh NU CARE-LAZISNU Kabupaten Sorong. Dari penelitian ini didapatkan hasil skor faktor strength adalah 2,2, dan weakness sebesar 1,30, opportunity dengan skor 1,59 dan skor threat 1,75. Berdasarkan hasil uji efektivitas diperoleh hasil bahwa program Bantuan UMKM di NU CARE-LAZISNU Kabupaten Sorong efektif. Dilihat dari skor faktor positif lebih besar 0,75 dari faktor negatif, namun selisih ini masih terlalu kecil jika mengingat Attractiveness Score-TAS yang mana nilai terendah adalah 1 dengan keterangan tidak kuat. Sehingga perlu menyusun strategi yang lebih baik, dalam tahap The matching Stage diketahui hasil skor tertinggi jatuh pada kolom strategi ST (Strenght-Threat) dengan total 3,95. Sehingga strategi yang digunakan adalah dengan memanfaatkan kekuatan internal (S) yang ada meminimalisir problematika eksternal yang menjadi ancaman (T). Hasil keputusan tindakan strategi pada tahapThe Decision Stage yaitu melakukan controlling terkait pembukuan tentang pengembalian dana dan evaluasi, pengembangan kualitas SDM penerima dana bantuan Program Bantuan UMKM, dan memperluas relasi dan menciptakan munfiq dan muzakki
Copyrights © 2022