Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu prioritas utama pembangunan kesehatan nasional sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2020–2024 dan target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Salah satu fokus utama adalah menurunkan angka stunting dan meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Pemerintah Indonesia menargetkan capaian ASI eksklusif sebesar 80% pada tahun 2024 (Perpres No. 72 Tahun 2021). Namun, capaian ASI eksklusif di beberapa wilayah masih rendah, termasuk di Provinsi Kalimantan Barat yang mengalami penurunan dari 61,6% pada tahun 2020 menjadi 52,1% pada tahun 2021 (Profil Kesehatan Ibu dan Anak, 2022). Tidak optimalnya pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan keterlambatan pengeluaran ASI dapat menjadi faktor risiko terjadinya stunting. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan di Puskesmas Saigon, Kota Pontianak, dengan sasaran bidan puskesmas dan bidan praktik mandiri (PMB) di wilayah kerja setempat, sebanyak 20 peserta. Metode yang digunakan berupa demonstrasi pijat laktasi Aladenada dengan media edukasi poster. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kapasitas bidan, ditunjukkan oleh peningkatan skor pengetahuan dari median 67,0 pada pre-test menjadi 87,0 pada post-test. Selain itu, keterampilan bidan juga meningkat dengan median skor dari 66,0 menjadi 80,0 setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa demonstrasi pijat laktasi Aladenada efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Copyrights © 2026