Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok pra lansia. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi, di antaranya status gizi dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada pra lansia di Desa Rantau Selamat, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pra lansia usia 45–59 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 179 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner aktivitas fisik, pengukuran antropometri untuk penentuan indeks massa tubuh (IMT), serta pengukuran tekanan darah. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi (nilai p = 0,000) dan aktivitas fisk (nilai p = 0,032) dengan kejadian hipertensi. Pra lansia dengan status gizi berlebih dan aktivitas fisik rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi. Penelitian ini menyarankan pentingnya intervensi promotif dan preventif melalui pengendalian status gizi dan peningkatan aktivitas fisik untuk menurunkan risiko hipertensi pada kelompok pra lansia.
Copyrights © 2026