Abstrak Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis peran kesadaran riba, persepsi keamanan data, dan kemudahan penggunaan yang dirasakan dalam membentuk minat untuk mengadopsi teknologi keuangan. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka kualitatif dengan pendekatan sintesis tematik mengikuti prosedur tinjauan literatur sistematis. Hasil menunjukkan bahwa kesadaran riba berfungsi sebagai filter keagamaan yang menentukan apakah suatu aplikasi dianggap halal dan layak digunakan, dengan tingkat pengaruh yang bervariasi tergantung pada pemahaman dan komitmen keagamaan individu. Persepsi keamanan data berfungsi sebagai prasyarat mendasar yang membangun kepercayaan pengguna pada penyedia aplikasi, yang dibentuk oleh reputasi, pengalaman masa lalu, dan fitur keamanan yang terlihat. Kemudahan penggunaan yang dirasakan bertindak sebagai katalis yang mempercepat adopsi melalui pengalaman positif dan kepuasan pengguna, berinteraksi dengan dua faktor lainnya dalam menciptakan evaluasi holistik terhadap aplikasi. Ketiga penentu ini saling memengaruhi dan secara kolektif membentuk keputusan individu untuk mengadopsi atau menolak teknologi keuangan tertentu. Pemahaman komprehensif tentang dinamika ini sangat penting bagi pengembang aplikasi, regulator, dan akademisi dalam mempromosikan adopsi teknologi keuangan yang sehat dan inklusif yang selaras dengan nilai-nilai masyarakat. Studi ini memberikan kontribusi teoritis untuk memperkaya model adopsi teknologi dengan mengintegrasikan nilai-nilai agama dan dimensi kepercayaan, serta secara praktis memberikan landasan reflektif untuk mengembangkan aplikasi keuangan yang berpusat pada pengguna. Kata kunci: kesadaran riba, persepsi keamanan data, kemudahan penggunaan yang dirasakan, niat adopsi, teknologi keuangan, keuangan Islam, kepercayaan pengguna Abstract This literature study aims to analyze the role of riba awareness, data security perception, and perceived ease of use in shaping interest in adopting financial technology. The method used is qualitative library research with a thematic synthesis approach following systematic literature review procedures. The results indicate that riba awareness functions as a religious filter determining whether an application is considered halal and worthy of use, with varying influence levels depending on individual religious understanding and commitment. Data security perception serves as a fundamental prerequisite building user trust in application providers, shaped by reputation, past experiences, and visible security features. Perceived ease of use acts as a catalyst accelerating adoption through positive experiences and user satisfaction, interacting with the other two factors in creating a holistic evaluation of the application. These three determinants influence each other and collectively shape an individual's decision to adopt or reject a particular financial technology. A comprehensive understanding of these dynamics is essential for application developers, regulators, and academics in promoting healthy, inclusive financial technology adoption that aligns with societal values. This study contributes theoretically to enriching technology adoption models by integrating religious values and trust dimensions, and practically provides reflective foundations for developing user-centered financial applications. Keywords: riba awareness, data security perception, perceived ease of use, adoption intention, financial technology, Islamic finance, user trust
Copyrights © 2026