Besaran arus dan tegangan yang diterima sangat mempengaruhi kinerja kWh meter. Kesalahan pengukuran dapat terjadi karena ketidaksesuaian nilai arus atau tegangan yang dapat menyebabkan perbedaan antara pengukuran meter utama dan pembanding. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya dispute kedua pihak yang bertransaksi. Dengan menggunakan meter konsumen sebagai acuan yang dianggap valid, penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi penyebab terjadinya kesalahan pengukuran sehingga terjadi deviasi antara pembacaan pada meter utama dengan meter pembanding. Selain observasi langsung di lapangan, sistem Reading Meter Automatic (AMR) digunakan untuk mengumpulkan data load profile, dan metode Z-test statistik digunakan untuk menganalisisnya. Metode penelitian ini mencakup cara mengkaji dan menelaah teori-teori pendukung, pengujian dan observasi dilapangan serta diskusi dengan pihak-pihak terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab deviasi pembacaan mengarah pada kesalahan rangkaian wiring di kWh meter ketika suplai dari GIS Sumarecon Bekasi II kwh meter utama dan pembanding menunjukan pembacaan bernilai konstan ± 1600 kwh. Dari pengukuran pertama ditemukan bahwa ada energi yang tercatat namun indikasi error data constant. Dari hasil Ztest didapatkan hasil probabilitas > 0,05 = tolak H0. pembacaan meter utama dan meter pembanding masih terdapat perbedaan signifikan. terdapat pergeseran fasa pada rangkaian VT dimana cos phi mendekati 1 ketika suplai dari GIS Summarecon Bekasi II atau line KCIC pada GIS Poncol Baru II tidak berbeban Dilakukan perbaikan pada tanggal 7 Agustus 2024. Sehingga pembacaan cosphi berubah dari 0,86 menjadi -0,076 dan sudut antara arus dan tegangan mendekati 90° dan pembacaan beban mendekati nol “0” dan pihak yang bertransaksi tidak mengalami dispute.
Copyrights © 2026