Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara teknis dan keekonomian perubahan desain Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV dari tower normal menjadi tower compact lattice pada proyek SUTET 500 kV Balaraja–Cikupa. Permasalahan utama yang dihadapi dalam pembangunan jaringan transmisi di kawasan urban adalah keterbatasan lahan, potensi konflik sosial, dan biaya pembebasan tanah yang tinggi. Desain tower compact lattice hadir sebagai solusi dengan dimensi lebih ringkas dan kebutuhan lahan yang lebih kecil, namun dengan biaya konstruksi yang relatif lebih tinggi. Kajian ini membandingkan karakteristik teknis, estimasi biaya konstruksi, biaya pembebasan lahan, dan biaya kompensasi jalur bebas (Right of Way/ROW) antara kedua desain, serta mengevaluasi indikator kelayakan investasi seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit-Cost Ratio (B/C), dan Payback Period (PP). Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun tower compact lattice memerlukan investasi awal yang lebih tinggi dengan nilai NPV Rp. 4.674.720.270, IRR 13,63%, B/C ratio 1,02 dan PP 7.8 tahun, penghematan signifikan pada biaya lahan dan kompensasi ROW menjadikannya lebih ekonomis dalam konteks keterbatasan lahan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan tower compact lattice sebagai alternatif optimal dalam pembangunan jaringan transmisi di kawasan padat penduduk.
Copyrights © 2026