PLTU Batang 2 × 1.000 MW merupakan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara yang beroperasi sebagai pembangkit beban dasar (base load) pada sistem ketenagalistrikan Jawa–Madura–Bali (Jamali), dengan teknologi ultra-supercritical (USC) untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan emisi. Keandalan operasinya sangat bergantung pada ketersediaan dua jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) Batang–Pemalang, sehingga diperlukan mitigasi kontingensi n-2 guna mencegah gangguan simultan yang berpotensi menyebabkan ketidakstabilan sistem. Penelitian ini mengevaluasi keandalan sistem dan kelayakan ekonomi melalui simulasi pengoperasian dengan metode pembatasan operasi dan penerapan Defense Scheme kontingensi n-2 menggunakan Software DIg SILENT. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode pembatasan operasi membatasi kapasitas PLTU Batang hingga 1.400 MW untuk memenuhi kriteria keandalan, sedangkan penerapan Defense Scheme memungkinkan peningkatan pembangkitan hingga 1.900 MW dengan pelepasan beban terarah sebesar 608 MW. Secara ekonomi, Defense Scheme menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) harian sebesar 24% dibandingkan metode pembatasan operasi. Analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa implementasi Defense Scheme n-2 pada SUTET Batang–Pemalang layak dilaksanakan. Implementasi Defense Scheme tersebut untuk meningkatkan keandalan dan kestabilan sistem ketenagalistrikan Jawa-Madura-Bali serta sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang signifikan..
Copyrights © 2026