PT SPLN merupakan salah satu perusahaan penanaman modal dalam negeri yang bergerak di bidang industri panel listrik, variable air volume, fire damper, dan diffuser. Pada saat volume pemesanan meningkat, perusahaan menerapkan kebijakan overtime atau penambahan jam kerja bagi karyawan. Hal tersebut berdampak pada menurunnya tingkat kehadiran karyawan di hari berikutnya sebesar 20%, yakni sekitar 3-5 pekerja dari total 18 orang. Selain memengaruhi kehadiran, kebijakan overtime juga memicu kelelahan fisik maupun mental pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur besarnya beban fisik serta mental yang dirasakan oleh karyawan, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Beban kerja mental diukur menggunakan metode NASA-TLX, sedangkan beban fisik diukur dengan metode analisis beban kardiovaskular (Cardiovascular Load atau CVL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelelahan fisik (CVL) ditemukan pada hampir seluruh operator produksi dengan tingkat di atas 30%. Sementara itu, metode NASA-TLX mengindikasikan bahwa faktor performansi memiliki dampak paling besar dalam memengaruhi beban kerja karyawan, yaitu sebesar 44,79%.
Copyrights © 2026