Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh variabel Pengembangan segitiga penipuan oleh Cressey, berlian penipuan yang diusulkan oleh Wolfe dan Hermanson (2009) bahwa target keuangan, stabilitas keuangan, tekanan eksternal, sifat industri, pemantauan yang tidak efektif, perubahan auditor, rasionalisasi dan kemampuan terhadap penipuan laporan keuangan yang diproksikan oleh manajemen laba pendapatan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 53 perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2012-2014. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan tahunan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek selama periode 2012-2014. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda dengan perangkat lunak SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel stabilitas keuangan yang diproksi oleh perubahan rasio total aset, variabel tekanan eksternal yang diproksi oleh rasio leverage, variabel target keuangan yang diproksi oleh ROA (Return On Asset), dan sifat industri yang diproksi oleh perubahan rasio piutang terbukti mempengaruhi penipuan laporan keuangan. Penelitian ini tidak membuktikan bahwa kebutuhan keuangan pribadi yang diproksi oleh OSHIP, variabel pemantauan yang tidak efektif yang diproksi oleh rasio dewan komite audit independen, rasionalisasi yang diproksi oleh perubahan auditor, dan kemampuan yang diproksi oleh pergantian direksi berpengaruh terhadap penipuan laporan keuangan.
Copyrights © 2017