Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis pada bagaimana strategi vertical integration yang dilakukan VinFast dalam memasuki pasar kendaraan listrik di Indonesia. Untuk membedah strategi yang dilakukan VinFast ini merujuk pada bagaimana keselarasan strategi yang dilakukan antara penjualan mobil, layanan ride hailing, dan pengembangan infrastruktur charging station. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah mix methods untuk mengkaji bagaimana strategi vertical integration diimplementasikan dalam rantai nilai produksi VinFast di Indonesia. Analisis data yang digunakan adalah triangulasi dari berbagai temuan berdasarkan pendekatan penelitian yang digunakan, sehingga temuan dapat saling melengkapi satu sama lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, VinFast melakukan strategi vertical integration dengan melakukan inetgrasi ke belakang dengan rencana investasi mencapai US$1 Miliar pada pembangunan pabrik perakitan di Subangdengan kapasitas untuk 50.000 unit per tahun. Sementara integrasi ke depan dilakukan dengan upaya ekspansi jaringan penjualan di 19 provinsi pada 85 showroom tersebar di 41 wilayah. VinFast juga melakukan pengembangan ekosistem layanan terpadu dengan penjualan kendaraan, layanan ride-hailing, dan infrastruktur pengisian daya melalui V-Green. Implikasi penelitian ini merupakan implementasi teori vertical integration pada industry EV dengan penguatan emerging market. Implikasi adalah transformasi manajemen strategi ekspansi pada elektrifikasi armada transportasi.
Copyrights © 2025