Raudhatul Athfal (RA) Aisyiyah menghadapi tantangan signifikan berupa keterbatasan dana yayasan yang berdampak langsung pada operasional sekolah dan rendahnya kesejahteraan guru. Untuk mengatasi kendala finansial tersebut, diperlukan transformasi peran guru menjadi agen ekonomi kreatif melalui penguasaan teknologi digital. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan model pemberdayaan ekonomi mikro berbasis Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan kemandirian bisnis bagi 15 dewan guru dan pengurus. Metode pelaksanaan dilakukan melalui workshop interaktif luring yang mencakup tahap persiapan, penyampaian materi teoretis, dan praktik langsung penggunaan platform AI sederhana. Efektivitas program diukur menggunakan desain evaluasi deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui instrumen kuesioner Skala Likert (1-5) serta observasi kinerja peserta dalam menghasilkan luaran nyata. Hasil analisis data menunjukkan skor rata-rata tertinggi sebesar 4,33 pada indikator keberlanjutan pemanfaatan IPTEK yang membuktikan bahwa materi workshop mampu menjawab kebutuhan bisnis mitra secara aplikatif. Seluruh peserta berhasil menciptakan konten promosi digital mandiri yang didukung oleh capaian luaran berupa publikasi media massa online sebagai bentuk akuntabilitas. Dampak utama dari kegiatan ini adalah terciptanya efisiensi biaya pemasaran dan penguatan unit bisnis mandiri guru untuk meningkatkan pendapatan pribadi. Model pemberdayaan ini menawarkan kerangka kerja yang replikabel bagi lembaga pendidikan prasekolah serupa yang menghadapi tantangan ekonomi di era society 5.0.
Copyrights © 2026