Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memengaruhi dinamika politik dan gaya kepemimpinan di Indonesia, termasuk munculnya gaya kepemimpinan populis yang menekankan kedekatan emosional antara pemimpin dan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi gaya kepemimpinan populis Dedi Mulyadi melalui video YouTube Bocor Halus Politik: “Populisme Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi” yang diproduksi oleh Majalah Tempo. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kritis dengan pendekatan kualitatif berdasarkan tiga dimensi Norman Fairclough, yaitu analisis teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan, video tersebut membangun citra kepemimpinan Dedi Mulyadi sebagai sosok yang merakyat, adaptif terhadap teknologi digital, dan mengintegrasikan nilai budaya lokal dalam komunikasi organisasinya. Penggunaan analogi budaya dan visualisasi simbolik memperkuat narasi kepemimpinan yang berwibawa dan berakar pada kearifan lokal. Selain itu, video juga menggambarkan dinamika komunikasi organisasi yang melibatkan keluarga dan memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan komunikasi politik. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana media digital membentuk persepsi publik terhadap gaya kepemimpinan populis di tingkat pemerintahan daerah, serta peran komunikasi organisasi dalam mengelola citra dan legitimasi politik.
Copyrights © 2026