Artikel ini ditulis dengan tujuan menganalisis gaya bahasa dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Gaya bahasa adalah ciri khas penggunaan bahasa sebagai ekspresi gagasan penulis yang memiliki nilai keindahan yang menggambarkan kepribadian penulis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang berfokus pada analisis gaya bahasa dalam novel Bumi Manusia. Hasil analisis novel ini menunjukkan bahwa Pramoedya Ananta Toer menggunakan beberapa gaya bahasa dan berbagai ragam bahasa untuk menghidupkan karakter dan konteks kolonial. Dalam novel ini, termasuk sarkasme, metafora, dan hiperbola. Makna sarkasme adalah gaya bahasa yang menggunakan satire dan kritik untuk mengkritik berbagai aspek. Makna metafora adalah gaya bahasa yang menggunakan simile untuk membawa makna yang lebih dalam pada kehidupan. Sementara itu, makna hiperbola adalah gaya bahasa yang cenderung melebih-lebihkan untuk menekankan emosi dalam suatu peristiwa.
Copyrights © 2026