Perkembangan zaman mengubah cara anak-anak menikmati proses belajar. Pada masakini, anak-anak cenderung belajar secara interaktif melalui aktivitas berbasis minat.Sementara itu, sebagian orang tua masih memegang pandangan konvensional bahwabelajar harus dilakukan secara formal. Perbedaan pandangan ini memunculkangeneration gap dalam keluarga yang dapat menghambat komunikasi dan pemahamanterhadap proses belajar anak. Kondisi ini mendorong hadirnya media yang dapatmenyuarakan isu tersebut sebagai bentuk refleksi. Film memiliki kekuatan untukmerekam dan menampilkan realitas, sekaligus memicu dialog antar generasi. Oleh karenaitu, perancangan film pendek fiksi dengan pendekatan realisme dipilih untukmenggambarkan generation gap, dengan mempertimbangkan latar sosial dan budayasetempat. Proses perancangan dilakukan melalui tahap Pra-produksi, Produksi, danPasca-produksi dengan metode observasi lapangan, wawancara, studi literatur, sertaanalisis karya sejenis. Analisis tematik digunakan dalam merumuskan konsepperancangan. Pendekatan realisme AndrÈ Bazin diterapkan dalam teknik visual danpenyutradaraan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa film pendek fiksi pendekatanrealisme mampu merepresentasikan realitas sebagai sarana refleksi bagi penontonnya. Kata Kunci : Generation Gap, Perubahan Belajar Anak, Era Digital, Film Pendek, Penyutradaraan, Realisme
Copyrights © 2026