Overthinking merupakan kecenderungan untuk memikirkan sesuatu secaraberlebihan dan berulang, yang dapat berdampak serius pada kesehatan mentalremaja. Jika tidak ditangani dengan tepat, overthinking dapat berkembang menjadigangguan psikologis yang lebih berat seperti kecemasan kronis, depresi, hingga risikobunuh diri. Sayangnya, pendekatan klinis belum tentu menjadi pilihan utama bagisebagian remaja karena adanya hambatan akses dan stigma yang menyertainya.Sementara itu, ketersediaan media edukatif non-klinis yang berfokus pada isuoverthinking masih terbatas, terutama yang dirancang dengan pendekatan visual.Oleh karena itu, diperlukan alternatif media yang mampu menjembatani kebutuhantersebut dan mendorong remaja mengenali serta mengelola overthinking secaramandiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studipustaka, wawancara, dan kuisioner. Analisis dilakukan melalui teknik analisis visualserta matriks perbandingan. Hasil perancangan berupa buku ilustrasi panduan diriberjudul Urai, Cuma Kusut Kok, Bukan Simpul Mati, yang memadukan narasi reflektif,konten visual, dan halaman interaktif. Buku ini dirancang untuk mendampingi remajadalam memahami overthinking melalui penyampaian visual yang komunikatif.Penelitian ini menghasilkan media visual non-klinis yang dapat dijadikan alternatifawal dalam proses penyadaran dan pengelolaan overthinking di kalangan remaja.Kata kunci: Overthinking, Kesehatan Mental Remaja, Buku Ilustrasi
Copyrights © 2026