Kajian ini mengeksplorasi keterkaitan antara strategi pemasaran digital dan mutu produk pada perilaku konsumen dalam melakukan pembelian, dengan citra merek berperan sebagai mediator pada konsumen MS Glow di Kota Purwodadi. Pendekatan kuantitatif diimplementasikan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang pernah membeli produk MS Glow minimal satu kali dan memperoleh informasi melalui kanal digital. Analisis data melalui teknik Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil olah data memperlihatkan bahwa pemasaran digital memiliki kontribusi yang positif serta signifikan dalam membentuk persepsi citra merek (nilai t-statistik = 4,010; p-value < 0,000) dan pada keputusan pembelian (t-statistik = 2,023; p-value = 0,043). Kualitas produk juga memiliki kontribusi positif dan signifikan pada brand image (T-statistik = 3,261; p-value < 0,000) serta keputusan pembelian (t-statistik = 2,183; p-value < 0,029). Brand image terbukti berkontribusi signifikan pada keputusan pembelian (T-statistik = 0,263; p-value < 0,029), sekaligus memediasi secara signifikan hubungan antara digital marketing maupun kualitas produk pada keputusan pembelian. Nilai koefisien determinasi (R²) 0,545 untuk variabel keputusan pembelian dan 0,437 untuk variabel brand image mengindikasikan bahwa model memiliki kekuatan prediksi yang cukup baik. Hasil ini menekankan pentingnya penerapan strategi digital yang efektif dan penyediaan produk berkualitas secara konsisten dalam membentuk persepsi positif terhadap merek. Citra merek yang kuat tersebut selanjutnya berperan dalam mendorong kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian. Dengan demikian, pelaku usaha disarankan untuk terus merancang pendekatan digital yang responsif sekaligus memastikan standar mutu produk tetap terjaga, sebagai upaya untuk memperkuat posisi merek dan mempertahankan intensi pembelian dalam jangka panjang.
Copyrights © 2025