Pariwisata berbasis komunitas sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia karena layanan dan interaksi langsung menjadi inti pengalaman wisata. Obyek Wisata Sangeh di Bali memiliki potensi alam dan budaya yang kuat, namun pengembangan destinasi tidak hanya ditentukan oleh daya tarik fisik, melainkan juga oleh kapasitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas sumber daya manusia dalam mendukung perkembangan pariwisata di Obyek Wisata Sangeh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengelola obyek wisata, petugas operasional, perwakilan desa adat, dan wisatawan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta dilengkapi dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya manusia lokal telah mampu menopang operasional dasar pariwisata melalui sikap pelayanan yang ramah dan keterlibatan aktif masyarakat. Namun, kualitas sumber daya manusia belum berkembang secara optimal untuk meningkatkan nilai pengalaman wisata. Keterbatasan kompetensi lanjutan, terutama kemampuan komunikasi bahasa asing dan kedalaman pengetahuan destinasi, menjadi faktor pembatas utama dalam pengembangan pariwisata secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia merupakan prasyarat strategis dalam pengelolaan pariwisata desa berbasis komunitas.
Copyrights © 2025